JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menargetkan penambahan kapal berbagai ukuran sebanyak 26 unit hingga 2015 dengan nilai investasi sebesar USD370 juta.
Vice President Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun mengatakan ada 12 unit kapal dijadwalkan akan dikirimkan pada tahun ini, dua unit pada 2013, dan satu unit pada 2014. Adapun 11 unit kapal berbagai ukuran lainnya saat ini masih dalam proses persetujuan investasi dan diharapkan sudah bisa dioperasikan pada 2015.
“Unit-unit kapal tersebut merupakan bagian dari rencana investasi jangka panjang Pertamina untuk menambah armada kapal baru milik sendiri sebanyak 47 unit hingga 2015. Sejauh ini Pertamina telah menerima kapal sebanyak 21 unit. Penambahan kapal ini merupakan upaya Pertamina terutama untuk meningkatkan kelancaran distribusi BBM, LPG dan produk lainnya di Indonesia,” ujar Harun dalam siaran persnya kepada okezone.
Dirinya menjelaskan, kegiatan pendistribusian BBM dan produk-produk lain Pertamina ditopang oleh 81,6 persen transportasi laut, dan sisanya 18,4 persen menggunakan transportasi nonlaut.
“Besarnya kegiatan porsi transportasi laut tersebut disebabkan Indonesia merupakan negara kepulauan, hal ini juga menjadikan aktivitas perkapalan menjadi penting di Pertamina,” tegasnya.
Harun memaparkan, pihaknya selama ini berupaya untuk terus menjamin ketersediaan BBM bagi masyarakat. Hal ini tidak lepas dari peran strategis dari perkapalan sebagai back bone pendistribusian BBM dalam negeri, sebagaimana diatur dalam Keppres Nomor 169 Tahun 2010.
“Untuk meningkatkan competitiveness aktifitas perkapalan, Pertamina menerapkan strategi low cost, service excellent, accurate, reliability, dan continuous improvement terutama dalam mendukung konsumen internal yaitu fungsi integrated supply chain, pengolahan serta pemasaran dan niaga,” paparnya.
Saat ini, Pertamina mengoperasikan 173 kapal tanker yang terdiri dari 153 kapal pengangkut minyak dan 20 kapal pengangkut gas. Dari total jumlah kapal tersebut, 42 di antaranya adalah kapal milik dan 131 lainnya adalah kapal charter. Sebagai bentuk kepatuhan Pertamina terhadap asas cabotage, seluruh kapal Pertamina tersebut saat ini telah berbendera Indonesia.
“Pertamina juga telah memberikan peran yang cukup luas bagi industri perkapalan nasional. Dari 26 unit kapal yang akan dikirimkan nanti, sekira delapan unit di antaranya diproduksi oleh galangan kapal nasional,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Harun menambahkan realisasi kargo yang telah didistribusikan oleh kapal-kapal Pertamina pada 2011 mencapai total 82 juta kl, meningkat 4,3 persen dibandingkan 2010. Kargo tersebut terdiri dari produk-produk white oil 31 juta kl, black oil 3,9 juta kl, avtur 2,7 juta kl, crude oil 28,8 juta kl, asphalt 4,6 juta kl, LPG 10 juta kl, serta lub oil dan SBPX sebanyak 0,5 juta kl.
“Di 2012, kargo yang didistribusikan diproyeksikan akan meningkat menjadi 84,2 juta kl, terdiri dari produk-produk white oil 33 juta kl, black oil 3,1 juta kl, avtur tiga juta kl, crude oil 29,6 juta kl, asphalt 4,7 juta kl, LPG 10 juta kl, serta lub oil dan SBPX sebanyak 0,5 juta kl,” pungkasnya.[OZ]


