Hong Kong – Harga minyak turun ditambah euro melemah dan saham berjangka Amerika Serikat mengalami pelemahan. Hal ini dipengaruhis setelah pemegang obligasi Yunani telah membuat tawaran maksimum mereka dalam negoisasi untuk mencegah negara dari gagal bayar.
Minyak turun 0,3% menjadi US$98,03 per barel pada pukul 11.54 AM waktu Tokyo. Euro turun 0,3% menjadi US$1,2898, dan dolar Australia turun dari tingkat tertinggi dalam hampir 12 minggu atau melemah sebanyak 0,3% menjadi US$1,0475. Indeks MSCI Asia Pacific naik kurang dari 0,1% didorong dari perusahaan telepon dan keuangan. Indeks S&P 500 berjangka turun 0,4%. Demikian seperti dikutip dari Bloomberg.com, hari ini.
Sementara itu, bursa saham Cina, Korea Selatan dan Taiwan hari ini ditutup karena liburan tahun baru Imlek. Sentimen lain mempengaruhi bursa saham, Direktur The Institute of International Finance and Representative for The Private Creditor Charles Dallara menuturkan, pemegang obligasi meninggalkan Uni Eropa dan IMF untuk memutuskan apakah akan menerima kesepakatan utang Yunani. Para pemimpin Uni Eropa akan bertemu di Brussel hari ini untuk mendiskusikan aturan-aturan anggaran dan keuangan untuk melindungi negara dan larangan impor minyak Iran. “Ada beberapa kegelisahan sekitar negoisasi yang terjadi antara Yunani dan sektor swasta. Ada ketidakpastian di sekitar itu, dan itu mendorong profit taking di Euro,” tutur Chief Economist Geoger Bank Ltd Besa Deda.
Sedangkan saham Olympus Corp naik 7,6% dalam perdagangan saham di Jepang. Produsen kamera tersebut mengakui penipuan akuntansi yang diijinkan untuk menjaga pencatatan saham pasar. Perusahaan tersebut didenda 10 juta Yen dan diperintahkan untuk menyerahkan laporan tahunan pada upaya untuk meningkatkan manajemen.
Harga tembaga naik 0,2% menjadi US$8,235.25 per MT di London Metal Exchange. Sedangkan perak naik 0,9% menjadi US$32,46 per ounce tertinggi sejak 8 Desember. [Inilah]


