Harga minyak naik tipis akhir pekan ini. Kenaikan ini disokong adanya data pengangguran yang dirilis oleh pemerintah Amerika Serikat (AS).
Departemen Tenaga Kerja AS mengumumkan, negara tersebut menambahkan 103.000 pekerjaan pada bulan September. Pemerintah AS mengatakan, AS telah menambahkan pekerjaan lebih banyak dari Juli dan Agustus.
Dengan adanya penambahan tenga kerja, maka mengurangi kekhawatiran tentang adanya resesi akibat krisis utangnya. Dengan demikian, maka akan ada permintaan lebih untuk energi.
Pada perdagangan di New York Stock Exchange (NYSE), Jumat (7/10/2011) waktu setempat, benchmark minyak naik 39 sen dan ditutup pada USD82,98 per barel. Namun harga minyak ini, turun 27 persen di bawah rata-rata tahunan yang mencapai USD113,96 pada 5 Mei.
Seperti halnya harga minyak yang terus turun, harga bensin juga mengalami penurunan. Harga bensin pada rata-rata nasional USD3,39 per galon, menurut AAA Wright Express Bensin telah turun hampir setiap hari selama sebulan.
Pada perdagangan energi lain, minyak pemanas pada berakhir flat di USD2,858 per galon, bensin berjangka turun 3,84 sen dan berada pada USD2,647 per galon. Liquid Natural Gas (LNG) turun 11,7 sen dan diperdagangkan di USD3,481 per 1.000 kaki kubik.
Sementara pada perdagangan lain, minyak mentah jenis Brent naik 15 sen dan diperdangankan pada USD105,88 di London.


