(Gambar: Ilustrasi. Corbis)
Banyaknya sentimen positif menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di level 3.900.
Hasil riset Sinarmas Sekuritas menggambarkan, data manufaktur Amerika Serikat (AS) Desember, lebih baik dari ekspektasi dan berfungsi sebagai salah satu indikator adanya perbaikan ekonomi di AS. Ini telah memberikan sentimen terhadap pergerakan indeks.
Menutup perdagangan sore ini, Rabu (4/1/2012), IHSG berada di jalur hijau dengan naik 49,54 poin atau 1,28 persen ke level 3.907,42. Indeks LQ45 ikut terangkat 11,18 poin atau 1,6 persen ke 691,84, dan Jakarta Islamic Indeks (JII) terdongkrak 10,90 poin atau 2,0 persen ke 553,08.
Sektor-sektor pendukung pun turut menguat, dengan sektor manufaktur melesat 21,07 poin atau 2,1 persen ke 1.021,60, sektor tambang naik 24,61 poin atau 1,0 persen ke 2.611,06, dan sektor perdagangan naik 6,46 poin atau 1,1 persen ke 594,97.
IHSG mencatatkan transaksi sebesar Rp4,39 triliun dengan 7,25 miliar lembar saham diperdagangkan. Selain itu, terpantau 113 saham bergerak melemah, 144 saham menguat, dan 89 saham bergerak stagnan. Sementara investor asing terpantau melakukan aksi beli sebesar Rp798,98 miliar.
Sementara di Asia, saham-saham bergerak mixed dengan indeks Shanghai anjlok 30,03 poin atau 1,37 persen, indeks Nikkei melesat 104,76 poin atau 1,24 persen, Straits Times terangkat 12,69 poin atau 0,51 persen, dan indeks Hang Seng turun 150,10 poin atau 0,80 persen.
Adapun saham-saham yang terpantau menguat antara lain, PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp2.150 ke Rp77.150, PT United Tractor Tbk (UNTR) naik Rp1.050 ke27.450, serta PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp950 ke Rp63.150.
Sementara saham-saham yang bergerak melemah antara lain, PT Multibreeder Adirama Indonesia Tbk (MBAI) turun Rp750 ke Rp12.250, PT Century Textile Industry Tbk (CNTX) turun Rp700 menjadi Rp7.100, dan saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) turun Rp275 ke Rp3.025. (mrt) (rhs)(OZ)


